Makna Idul Fitri
Hari Raya Idul Fitri merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Dimana di hari tersebut umat muslim merayakan kemenangan setelah menempuh ibadah puasa wajid di bulan Ramadan.
Sementara kata ‘Fitri’ memiliki arti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan dan keburukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya diri kita kepada keadaan suci, atau terbebas dari segala dosa dan noda, dengan harapan berada dalam kesucian (fitrah).
Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, disunnahkan mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid karena itu akan menambahkan tingkat iman dan taqwa kita. Harapannya adalah meski Idul Fitri telah berlalu, namun kadar iman dan taqwa seseorang menjadi semakin lebih baik.
Sejatinya, kehadiran Idul Fitri bagi umat muslim membuat manusia kembali fitrah. Jika benar-benar dioptimalkan, maka Ramadan menjadi momentum terbaik untuk menghapuskan dosa. Sehingga kita menjadi layaknya bayi suci yang baru dilahirkan, atau ibarat lembar kertas putih nan bersih. Marilah kita menjaga kebersihan dan kesucian tersebut dalam hidup.
Pemaknaan hari raya Idul Fitri selalu bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara saling menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, dan mengikat kerabat.

No Comments